Monday, March 24, 2003

STOP WAR!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Tuesday, July 30, 2002

ocToPUs 2001
Aluta, Octopus, 24.01

Ketika kebenaran menyinari alam sadarku
Entah tuk disesali atau justru kukagumi
Indah dunia menerawang kemunafikan
Tlah kujalani banyak muka dan sisi
Begitu pula ketika kau ucapkan cinta
Yang ada hanya biasa dan tawa....

Peganglah terus topengmu Cassanova
Karna disitulah duniamu memang
Terlalu angkuh tuk menjaga
Juga terlalu naif untuk melepas

Tak perlu kusesali bagaimana kau curi hatiku
Atau pula saat kau toreh nokhtah diatas janji ingkar
Teringat aku padamu slalu akan kemunafikanmu, sungguh
Semakin banyak yang kupelajari darimu

Sudahlah Cassanova
Hentikan rayuan kemunafikanmu itu
Ketulusan tiada peran kini antara kita
Sungguh kumengasihimu
Ketidakmampuanmu tuk menghargai cinta
Jadikan hidupmu terkotak kotak

Entah apa kau cari, aku tak peduli
Yang jelas kini
Siapa paling munafik antara kita
Siapa tipu siapa....???
Siapa penipu diantara kita

Tapi kau tetap bajinganku tersayang
Maaf jika kukatakan ini
Sama seperti tingkahmu yang tak terkatakan....
rOManSa sTEnGah HAti
Aluta, Septh. 7.01

Sadarku diatas cintaku
Hasratku terbuai manis
Cepat lambat kau kuasai aku
Percintaan ini... permainan ini
Aku terlena... aku terjaga

Sayang sungguh sayang
Tuk mencinta bukan pada tempatnya
Kau tercipta tuk merengkuh
Semua, semua dewa dewi

Dan aku, dan yang ada begini
Seribu biasa untukmu
Dan aku, dan aku yakin
Bahwa aku mencintaimu
Tapi aku lebih mencintai diriku
Seribu kali lebih cinta
Hasrat bukanlah patokan
Tuk kita menjalin rasa bersama

Sayang sungguh sayang
Ini bukan cinta
Bukan pula romansa
Seperti kita pikir itu ada
dILemA
Aluta, 1994

Jika bulan masih berpijak daripadaku
Tidaklah serupa dari mauku
Dan jika madu masih merajukku
Tidaklah jauh dari sesalku

Bukan lagi tentang deritaku
Tidaklah suci kala medua
Bahkan dari gerhana sekalipun
Jarak tetap terbentang membisu